Pesan Direktur Penelitian: April 2017

Posted on April 11, 2017

Pada beberapa bulan pertama tahun ini telah terjadi banjir-banjir parah di Indonesia dan Australia. Ketika saya menulis berita ini, pembersihan pasca siklon Debbie telah dimulai setelah angin ini menghancurkan Queensland tengah dan tenggara, menyebabkan banjir bandang, penutupan jalan dan penutupan ratusan sekolah dan usaha. Sayangnya, hal ini merupakan kejadian tahunan bagi banyak kawan kita di Jakarta yang selalu bersiap-siap untuk menghadapi pemandangan-pemandangan banjir yang menyebabkan kehancuran setiap bulan Desember begitu musim hujan dimulai.

Penelitian memerankan peran penting dalam memahami dan menerapkan strategi-strategi untuk mengatasi banjir dan tanah longsor. Kelompok Penelitian Air Perkotaan (Urban Water Cluster) telah bekerja keras selama beberapa minggu belakangan ini untuk memulai penelitian yang akan menilai bagaimana rumah tangga dan komunitas-komunitas semakin tangguh menghadapi banjir, dan untuk memulai diskusi tentang manajemen banjir antara pemerintah, pihak-pihak bisnis, masyarakat sipil dan media di Bogor. Memang, saya ikut serta dalam diskusi kelompok terfokus pada komunitas yang dipimpin oleh Walikota Bogor, Dr Bima Arya Sugiarto yang masih muda, lulusan Monash University dan Australian National University. Anda dapat membaca lebih lanjut tentang kegiatan-kegiatan ini di bawah ini.

Saat berbicara soal pentingnya menghubungkan penelitian dengan permasalahan dunia nyata, beberapa anggota Kelompok Penelitian Energi (Energy Cluster) di AIC baru-baru ini ikut serta dalam konferensi industri tentang off-grid energy di Sydney.  Konferensi tersebut merupakan kesempatan penting bagi para peneliti untuk bertemu dengan para pemain utama di industri energi dan untuk memastikan bahwa penelitian kami menjadi terus relevan terhadap tantangan dan perkembangan sektor energi. Yang bagus adalah para anggota industri energi Australia terlihat ingin memperluan sistem microgrid di Indonesia. Sistem ini sekarang bersaing dengan biaya memiliki generator solar di lokasi yang lumayan terpencil. Saya telah menyertakan lebih banyak informasi mengenai hal ini di bawah ini.

Akhirnya, Program Kepemimpinan Australia-Indonesia akan berfokus pada kota-kota pintar (smart cities) dan saya senang sekali mengetahui bahwa sejumlah peneliti Indonesia dan Australia akan berpartisipasi dalam program pelatihan gaya eksekutif di Australia pada 22-31 Mei. Mereka akan bergabung dengan para anggota delegasi lain yang terdiri dari pejabat pemerintah senior, diplomat dan pemimpin industri dari kedua negara. Beberapa peneliti dalam kelompok-kelompok penelitian kami akan berperan dalam menyampaikan beberapa isi program tersebut. Inisiatif ini merupakan contoh baik yang menunjukkan The Australia-Indonesia Centre berusaha untuk semakin menyelaraskan penelitian dan inisiatif-inisiatif keterlibatannya.

Dalam berita kali ini, saya telah menyertakan informasi mengenai:

  1. Mentransformasi kota hujan menjadi kota water-smart: Banjir-banjir Indonesia menelurkan penelitian baru
  2. Konferensi Suplai Listrik di Wilayah Terpencil menyediakan jalur untuk peningkatan Hubungan-hubungan Australia, Indonesia, Pasifik.
  3. Menjadikan penelitian relevan: Memahami prioritas bisnis dan pemerintah pada pertemuan pertama dewan Kelompok Penelitian Air Perkotaan
  4. Pusat Anda dalam berita
  5. Acara-acara mendatang
  6. Next Gen berbicara
  7. Peluang untuk pendanaan
  8. Apa yang ingin kami dengar dari ANDA

Teruslah membaca, dan jangan lupa mengikuti @AusIndResearch dan @AusIndCentre untuk mendapat semua berita terbaru selagi masih hangat.

Salam,

Richard Price, Direktur Penelitian, The Australia-Indonesia Centre

Mentransformasi kota hujan menjadi kota water-smart: Banjir-banjir Indonesia menelurkan penelitian baru

Ada banyak hal yang rumit jika ada 15 juta penduduk tinggal di kota yang sebagian besar berada di bawah permukaan laut dan yang sedang merosot sebanyak 20 cm setiap tahun. Setiap Desember, warga Jakarta dan Bogor bersiap-siap untuk menghadapi pemandangan-pemandangan banjir yang menyebabkan kerusakan begitu musim hujan dimulai. Tahun 2017 juga tidaklah berbeda. Di tahun ini hujan sebanyak 180 mm membasahi Jakarta dalam 24 jam dan menewaskan beberapa orang serta membanjiri ribuan rumah.

Kami telah memberi hibah Proyek Penelitian Taktis kepada para peneliti di ANU, Universitas Indonesia, University of Waikoto dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Indonesia untuk sebuah proyek yang dimaksudkan untuk memastikan bahwa rumah-rumah tangga, komunitas-komunitas dan sektor swasta menggiatkan upaya-upaya mereka untuk membantu permasalahan banjir di Jakarta. Para peneliti berencana untuk:

  • mengidentifikasi dan mengukur dampak banjir-banjir pada kesejahteraan dan kemiskinan rumah tangga
  • mengidentifikasi ciri-ciri rumah tangga dan komunitas yang dapat membantu dalam penanganan dampak-dampak buruk banjir-banjir di Jakarta
  • memahami cara rumah-rumah tangga memperkuat ketangguhan jangka panjang mereka terhadap bencana banjir melalui kepemilikan aset dan tabungan dan peran apa yang khususnya dipegang para perempuan dalam pembangunan ketangguhan ini.

Kebanyakan air yang tiba di Jakarta mengalir dari Bogor — kota yang menerima 3.000-3.500 mm hujan setiap tahun. Pada bulan Februari, terjadi tanah longsor dan banjir yang merusak Bogor sehingga Kelompok Penelitian Air Perkotaan AIC mengorganisir rangkaian empat diskusi grop terfokus yang bertujuan untuk mentransformasi Bogor, dari kota ‘hujan’ menjadi kota yang ‘water sensitive [peka kebutuhan air]’.

Kelompok diskusi pertama, yang berfokus pada penyebab dan solusi banjir dan tanah longsor, berlangsung pada 17 Maret dan dihadiri oleh walikota Bogor, kepala biro perencanaan kota, para peneliti, LSM-LSM, Direktur Penelitian AIC dan media. Para peserta mendengar tentang bagaimana sistem irigasi Bogor mengalami masalah untuk mengimbangi pertumbuhan penduduk, dengan adanya tekanan yang luar biasa terhadap sistem tersebut karena perumahan dan saluran air yang tersumbat sampah.

Selama diskusi grup terfokus itu, kota Bogor berkomitmen untuk mengalokasikan sumber daya untuk tindakan-tindakan demi memperbaiki sistem air dan lebih mendidik warga tentang drainase dan sampah di lingkungan mereka. Petugas penghubung di Indonesia untuk Kelompok Penelitian Air Perkotaan yang baru saja ditunjuk, Dwi Yuliantoro, merupakan bagian tidak terpisahkan dalam perencanaan dan koordinasi diskusi grup terfokus.

Kelompok diskusi terfokus berikutnya akan diadakan pada 14 April dan akan berfokus pada menghasilkan solusi pengganti energi bersih.

Konferensi Suplai Listrik di Wilayah Terpencil menyediakan jalur untuk peningkatan Hubungan-hubungan Australia, Indonesia, Pasifik.

Penyediaan daya listrik tepercaya merupakan salah satu kunci untuk membangkitkan potensi pulau-pulau yang lebih kecil dan komunitas-komunitas terpencil di Indonesia, Australia dan wilayah Pasifik.

Konferensi Suplai Listrik di Wilayah Terpencil menyediakan platform tahunan bagi industri off-grid energy yang bertumbuh semakin pesat untuk bertemu dan berbagi kabar-kabar terbaru mengenai proyek-proyek dan teknologi. Konferensi tahun ini, yang diselenggarakan di Sydney pada tanggal 21 dan 22 Maret dan didukung oleh Australia Indonesia Centre, sangat berfokus pada pasar-pasar berkembang di wilayah-wilayah terpencil di Indonesia dan Asia Pasifik.

“Konferensi tersebut mengonfirmasikan pemahaman kita akan pentingnya konteks sosial dan budaya dan perlunya optimisasi dan alat-alat permodelan yang sedang dikembangkan AIC ketika bekerja dengan komunitas-komunitas dalam penerapan solusi-solusi energi yang berkelanjutan,” kata Dr Ariel Liebman dari Kelompok Penelitian Energi dan Monash University, yang mengetuai beberapa sesi di konferensi tersebut.

Andre Susanto, konsultan energi bersih dan mitra AIC yang baru di Jakarta, mempresentasikan biaya-biaya terbaru untuk solar panel microgrid di Indonesia, yang sekarang sedang bersaing dengan biaya memiliki generator solar di lokasi yang cukup terpencil. Anda dapat membaca pemikirannya lebih banyak lagi di sini.

“Ada minat tinggi dari para pemimpin industri Australia untuk bekerja lebih dekat dengan rekan-rekan lokal mereka di Indonesia, dan penelitian serta jaringan AIC dapat membantu untuk memfasilitasi hal ini,” kata Dr Max Richter dari Kelompok Penelitian Energi AIC dan Monash University, yang juga menghadiri konferensi tersebut.

Tontonlah kemitraan yang luar biasa antara penelitian dan industri di sini!

Membuat penelitian yang relevan: Memahami prioritas bisnis dan pemerintah pada pertemuan pertama dewan Kelompok Penelitian Air Perkotaan

Walaupun diadakan pada tanggal 21 November, pertemuan pertama Dewan Penasihat Kelompok Penelitian Air Perkotaan menghasilkan beberapa pengetahuan menarik tentang bagaimana penelitian mendapat informasi dari kebijakan dan tantangan-tantangan bisnis yang ada sekarang.

Dewan Penasihat Kelompok Penelitian Air Perkotaan terdiri dari perwakilan pemerintah lokal, peneliti dan bisnis Australia dan Indonesia — dari perusahaan air minum hingga bank dan dewan kota lokal.  Mereka mendiskusikan pentingnya memahami apakah prioritas bisnis dan pemerintah supaya hasil penelitian dapat menciptakan dampak terhadap kebijakan dan cara berpikir masyarakat.

Para anggota dewan menyuarakan adanya kebutuhan agar peneliti-peneliti Kelompok Penelitian Air Perkotaan AIC membantu masyarakat memperoleh teknologi yang lebih dapat diakses dan berkesinambungan untuk membantu apa yang sudah mereka miliki, serta membahas tentang bagaimana upaya-upaya masyarakat dapat dimanfaatkan untuk pengembangan ke kota-kota satelit.

Para anggota juga membicarakan alat-alat tolok ukur untuk menilai kepekaan suatu kota akan kebutuhan air dan memberi informasi tentang solusi yang semakin memajukan praktik-praktik manajemen air saat ini, seperti penanganan limpasan stormwater yang tercemar dengan memakai ‘rain gardens [taman-taman hujan]’ dan menyimpan kelebihan air dengan tangki-tangki curah hujan.

Manfaat adanya Dewan Penasihat terlihat jelas bagi para peneliti dari kelompok penelitian. Pandangan-pandangan para anggota dewan mendekatkan arah-arah penelitian ke tantangan-tantangan dunia nyata, dan mempertemukan pengalaman praktik dengan teori dan pengetahuan untuk membuka jalur agar kelompok penelitian tersebut mencapai tujuan-tujuan bersama. Yang terpenting, dengan dilibatkannya orang-orang yang mungkin menjadi pengguna akhir penelitian di dalam diskusi dari awal, sebuah jalur telah dibuka untuk memastikan bahwa hasil-hasil penelitian telah diuji, diperdebatkan, diperbaiki berdasarkan dan dibentuk ke dalam praktik dan kebijakan kelompok-kelompok masyarakat, bisnis dan perencana pemerintah.

Pusat Anda dalam berita

Di bagian awal berita ini, ada sebuat artikel yang mengacu pada diskusi grup terfokus mengenai banjir-banjir di Bogor baru-baru ini. Pertemuan tersebut diatur oleh Kelompok Penelitian Air Perkotaan dan diketuai oleh Walikota Bogor, Dr Bima Arya Sugiarto. Sebuah artikel media tentang pertemuan ini dipublikasikan oleh Bogor Tribune News.

Sudahkah Anda atau tim penelitian Anda diberitakan akhir-akhir ini?

Kirimkan foto atau tautan ke kisah yang ingin Anda ceritakan. Kami juga akan dengan senang hati menyebarkan berita jika ada makalah atau artikel Anda yang akan diterbitkan—jadi beri tahu kami sebelumnya bila kami dapat membantu.

Next Gen berbicara

Pada setiap edisi buletin ini, saya ingin mengundang dan membagikan pandangan-pandangan seorang peneliti muda, wirausahawan/wati, administrator atau seorang warga yang prihatin dan berminat saja, tentang pengalaman dan aspirasi mereka terkait dengan hubungan Australia-Indonesia.

Kali ini, kita akan mendengar dari Petugas Penghubung baru yang berada di Indonesia untuk Kelompok Penelitian Air Perkotaan kami, Dr Dwi Yuliantoro, yang menuliskan pengalamannya saat menghadiri jurusan Smart Cities pada acara Indonesia-Australia Business Week yang diadakan di Jakarta. Anda dapat mengetahui lebih lanjut tentang Dr Dwi di sini dan bacalah artikelnyadi sini.

Peluang untuk pendanaan

ARC dan skema-skema dana Australia dan Indonesia lain yang mungkin ingin Anda pertimbangkan:

  • NHMRC Program Grants: menyediakan bantuan bagi tim-tim peneliti berkaliber tinggi untuk melakukan kegiatan-kegiatan penelitian berbasis luas, multidisipliner dan kolaboratif. Tim-tim tersebut akan diharapkan untuk berkontribusi pada pengetahuan baru pada tingkat internasional di bidang-bidang penelitian kesehatan dan medis yang penting. Batas waktunya adalah 17 Mei 2017
  • NHMRC Translating Research into Practice Fellowships: NHMRC TRIP Fellowships memberikan bantuan bagi para pekerja profesional di bidang perawatan kesehatan (misalnya, ahli-ahli medis, dokter umum, praktisi-praktisi kesehatan masyarakat, fisioterapis, perawat, bidan, ahli radiologi, dan penyedia layanan kesehatan terpadu lainnya), personel perawatan kesehatan (manajer layanan kesehatan, pemimpin departemen di rumah sakit, manajer uji coba klinis), personel sistem kesehatan, peneliti kesehatan dan pembuat kebijakan kesehatan untuk mengubah bukti menjadi perbaikan pada perawatan kesehatan dan kesehatan masyarakat.  Batas waktunya adalah 25 Mei 2017
  • ARC Linkage Projects. Proyek-proyek ini memberikan kesempatan agar proyek-proyek penelitian kompetitif di tingkat internasional diadakan dengan bekerja sama dengan organisasi-organisasi di luar sektor perguruan tinggi, termasuk industri. Pengumpulan proposal dilakukan dengan tenggat waktu bergulir (rolling deadline).
  • NHMRC Partnerships Projects Skema pendanaan ini memberikan pendanaan dan bantuan untuk menciptakan kesempatan-kesempatan baru bagi para peneliti dan pembuat kebijakan dalam bekerja sama untuk mendefinisikan pertanyaan-pertanyaan penelitian, menjalankan penelitian, menafsirkan penemuan dan menerapkan penemuan-penemuan menjadi kebijakan dan praktik. Pengumpulan proposal dilakukan dengan tenggat waktu bergulir.
  • On Accelerate 3: ditujukan pada para peneliti yang memiliki bakat kewirausahaan serius! Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.
  • The International Cosmos Prize(¥40M) Penghargaan ini diberikan untuk menghargai individu atau tim yang mendorong “eksistensi bersama antara alam dan manusia” melalui penelitian dan visi. Nominasi ditutup 14 April.
  • Australian Academy of Science Awards.  Nominasi ditutup 20 April.
  • The Innovators in Science Award Penghargaan ini mengakui kontribusi peneliti baru yang menjanjikan dan para peneliti senior yang menonjol kepada ilmu pengetahuan di bidang-bidang terapeutik Ilmu Saraf, Gastroenterologi, Pengobatan Regeneratif, dan Onkologi. Batas waktu nominasi adalah 26 April. http://www.nyas.org/awards/takedainnovators.aspx

Acara-acara yang akan datang: konferensi, peresmian, dll.

Association of Southeast Asian Institutions of Higher Learning Conference
16-19 Mei
Makassar, Indonesia 

Australia-Indonesia Leaders Program – Future Cities [Kota-kota Masa Depan]
21-31 Mei
Diadakan di Melbourne, Canberra dan Sydney Ecocity World Summit 2017
12-14 Juli
Melbourne, Australia